Senin, 23 September 2013

Minah X Myungsoo Part 1 - Mysterious Guy

Jam telah menunjukkan pukul 16.00 KST, kerlingan cahaya matahari yang cukup terik menyinari lapangan sekolah yang telah sepi itu, tampak seorang gadis sedang membuntuti seorang lelaki. Ya.. lelaki itu, dengan jumper yang selalu menutupi tubuhnya, tidak lupa dengan mengenakan hoodie, menutupi wajahnya. Kesan yang cukup misterius, hanya iu yang sekarang dipikirkan oleh Minah, gadis yang berjalan membuntutinya.
Bang Minah, seorang gadis remaja yang cukup berada di daerah Seoul. Tuan dan Nyonya Bang adalah pengusaha yang cukup sukses. Dengan harta yang dimilikinya, semua lelaki bahkan ingin mengencaninya. Namun, semua lelaki telah ditolaknya, karena pandangannya saat ini hanya tertuju pada satu orang. Sedangkan lelaki yang dibuntutinya, tidak lain adalah Kim Myungsoo. Kesan misterius, pendiam dan Cool inilah yang membuat Minah begitu terpesona. Yeah, she’s attracted to him.
“kali ini, aku harus membuntutinya, sampai rumah kalo bisa” gumamnya didalam hati. Perlahan tapi pasti, itu yang sekarang ada di pikiran Minah.
“sampai kapan kamu akan mengikutiku, Bang Minah-ssi” teriak Myungsoo tanpa menoleh melihat wajah Minah yang terdiam. Bagaimana dia bisa tahu, gumam Minah saat itu. Myungsoo lalu menolehkan kepalanya, menghadap gadis yang membisu ditengah kebingungannya.
“YAH! BANG MINAH SSI! JAWAB PERTANYAANKU!” teriak Myungsoo, membuyarkan lamunan Minah saat itu. Mata Minah hanya tertuju pada tanah yang dipijaknya, bingung harus menjawab apa yang akan dikatakannya saat itu.

“A-aku...” mata Minah langsung tertuju pada pandangan lurus kedepan, terlihat Myungsoo sedang menatapnya dengan pandangan sinis. Pandangan itu, ya tidak semua orang memberikan pandangan itu padanya, membuatnya semakin tertarik pada lelaki tersebut.
“Sudahlah, tidak perlu kau jawab pertanyaanku, bye” pamit Myungsoo. Minah hanya bisa melihatnya berjalan menjauh, memasuki sebuah gerbong subway yang cukup lengang. Kebengongan Minah saat itu akhirnya terpecah dengan suara klakson kereta yang cukup lantang, menggema sampai didalam telinganya.
“A-aku harus mengejar Myungsoo, ntah apa yang akan dikatakannya nanti” pikir Minah. Segera dia membeli tiket, lalu memasuki gerbong yang sama dengan Myungsoo. Myungsoo hanya menatapnya, ntah apa yang dimaksud dengan tatapan itu. Apakah dia tertarik padaku? Yah, semoga begitu, hanya itu yang ada di benak Minah saat itu.
Minah hanya bisa berdiri sambil memegang pegangan subway yang ada diatas kepalanya. Sedangkan Myungsoo, dia duduk dipojok, tak lupa dengan menyalakan MP3nya, menggunakan headphone yang menjadi ciri khasnya. He’s so hawt, pikir Minah sambil menggigit bibir bagian bawahnya.
Pikiran Minah mulai buyar ketika kereta subway berhenti di stasiun Gangnam, tampak puluhan pekerja akan segera menaiki gerbong yang dinaikinya. Dan benar, gerbong tersebut menjadi penuh sesak, dia hanya bisa melihat Myungsoo dari jauh, dengan pandangan yang tidak jelas, karena tubuh pendeknya.
Tiba tiba, Minah merasakan tangan seseorang sedang memegang pantatnya. Dia bingung harus melakukan apa, karena hal ini merupakan pengalaman pertamanya menaiki Subway. Minah hanya bisa berpikir, mungkin karena gerbong ini sangat sempit, sehingga dia tidak mengindahkan hal tersebut. Namun, lama kelamaan pegangan tersebut berubah menjadi remasan. Remasan demi remasan ini yang menyebabkan Minah bingung harus berlaku apa, dia takut untuk berteriak, serta dia juga takut kalau orang ini berlaku hal yang tidak tidak terhadapnya.
Minah hanya bisa menutup mata, sambil menggigit bibir bawahnya, menahan keinginan untuk berteriak yang sudah menyeruak ditenggorokannya. “nikmati saja, babe~” bisik seseorang yang sedang menjamahnya, tidak lupa dia meniupkan nafasnya kedaerah belakang telinga, sambil menjilati lembut daerah tersebut. Minah hanya bisa bergidik, merasakan kegelian disekujur tubuhnya, sensasi yang belum pernah dirasakannya.
Remasan pantat itupun berpindah ke bagian depan, tangan kanan Molester itu telah mencapai toked kanannya, remasan demi remasan dikeluarkannya sehingga Minah hanya bisa menggeliat pelan, karena tangan kiri Molester itu mendekapnya. Jilatan demi jilatan telah dikeluarkan oleh Molester itu, tepat ditengkuknya. Tak sadar, minah mengeluarkan desahannya.
Aaahhhh.... desahan pelan itu menyeruak keluar dari mulut manisnya. Sang Molester hanya bisa tertawa pelan. “ternyata kau cukup menikmati permainan ini, nona” remeh sang Molester. Remehan itu yang membuat muka Minah merah padam, disatu sisi dia menikmati permainan yang disuguhkan oleh Molester, namun sisi lain, dia tidak ingin kehilangan keperawanannya.
Tiba tiba, sang Molester meletakkan kedua tangannya digundukan toked Minah, puting minah yang saat itu telah tegak mengacung, membuat sebuah gundukan kecil tepat dipucuk toked Minah yang cukup menantang, dipilin olehnya. Taklama, Minah menggigit telunjuk kanannya, mencegah agal tidak mengeluarkan desahan, sambil berusaha lepas dari dekapan Molester itu. Dirasakannya bulge penis sang molester itu, mengoyak belahan pantatnya.
Sensasi yang dihasilkan oleh sang Molester itu, membuatnya menjepit pahanya sendiri. Lautan nafsu sudah menguasai dirinya, tidak terbendung lagi ketika dia tiba tiba mengejang kuat, sambil menggigit tangannya sendiri hingga berdarah, terasa cairan mengalir turun dari lubang pussynya. Fuck, she’s orgasm!
Melihat Minah yang kelonjotan itu, membuat sang Molester ingin segera menyatu dengannya. Gundukan penis yang tertutup oleh celananya itu terasa sesak. Tak lama, dia menurunkan zipper celananya, mengeluarkan penis yang tegak menantang.
Minah hanya bisa memberikan tatapan sayu, tatapan yang begitu mengundang gairah lelaki untuk segera menyetubuhinya. Minah menggoyang-goyangkan pantatnya perlahan, sehingga kepala penis sang molester menyentuh kain dari rok sekolahnya, membuat Molester itu memejamkan mata sejenak, menikmati perlakuan yang diberikan Minah.
Sekejap, penis itu menyeruak daerah selangkangan Minah. Kaki minah yang masih menjepit pahanya itu, membuat penis sang Molester terasa dipijit lembut. Tangan sang molester tiba tiba masuk kedalam baju sekolahnya, meremas dan menggrepe tokednya secara intens. Kedua telunjuk sang Molester memainkan kedua puting Minah secara lihai, menggesekkan ujungnya, menyentilnya sesekali, bahkan menarik kuat lalu memilinnya. Hal yang sungguh tidak bisa dibayangkan oleh Minah, sampai sampai dia hanya bisa menutup matanya.
Tiba tiba, sang molester menghentikan gerakannya. Ditengah rasa horny yang menyeruak, dia membuka matanya, dilihatnya Myungsoo memegang kerah sang Molester, lalu memukulnya. “JANGAN SENTUH PACARKU” ucap Myungsoo lantang, lalu memegang tangan Minah. Molester itu lalu kabur dengan terburu buru, sebelum orang mengetahui perbuatan bejatnya.
Kereta subway itu tiba tiba berhenti distasiun Ganghwado. Lalu Myungsoo menariknya, kedua insan itu turun dari kereta subway. Tetesan air mata telah terlihat diufuk mata Minah, dilihatnya sosok Myungsoo dari belakang, “you’re my hero for today, Myungsoo sshi” kata Minah. Myungsoo yang saat itu menuntunnya turun dari kereta membalikkan badan, menatap wajah Minah yang saya.
“Maafkan aku, Minah-sshi. Aku tadi mengatakan bahwa aku ini pacar mu, maaf” ucap Myungsoo, sambil meletakkan kedua tangannya dipundaknya, tak lama dia mencium kening Minah lembut. “but from now, you’re okay, Minah-ssi” kata Myungsoo.
 Kata-kata manis dari seorang yang pendiam, dan misterius itu, membuat Minah mengucurkan air matanya, tak elak dia memeluk tubuh Myungsoo erat, seakan tidak mau melepaskan kehangatan yang dirasanya. “i dont mind it, if you call me your girlfriend, actually i want to be yours” isak Minah lirih. “i’ll do what you want from now on, Myungsoo sshi, call me, and i will do anything for you” ucap Minah perlahan, sambil menatap wajah Myungsoo, yang tetap memberikan pandangan dingin kepadanya.
“Do what i want? Hmmm” pikir Myungsoo saat itu. Keadaan stasiun yang sepi, membuat dia berpikir makin dalam, memikirkan apa yang akan dilakukannya terhadap Minah. Tak lama, kedua tangan Minah memegang kedua pipinya, lalu mencium bibirnya. Awalnya, Myungsoo diam menanggapi ciuman Minah. Tangan minah mulai menjalar ke bulge sedang Myungsoo, perlahan meremasnya. Tak ayal lagi, Myungsoo pun melumat bibir Minah.
Shhrrrpp ssllrrpp~... desisan dan decakan yang ditimbulkan oleh ciuman kedua insan ini menggema sampai keujung koridor sepi stasiun itu. Tak lama kemudian, Myungsoo mengangkat kedua paha Minah, lalu memojokkannya ke dinding stasiun. Tangan Minah mengalungi leher Myungsoo, sedangkan kedua kakinya berkait, memeluk pinggang Myungsoo. Mereka berpagut, saling mengemut, dan memainkan lidah secara liar, tetes demi tetes liur mereka mengalir turun, menetesi lantai tempat berpijaknya.
Tiba tiba, Myungsoo melepaskan ciumannya. Dia menatap muka Minah yang penuh peluh. “Myungsoo ya, i cant bear this... fuck me.. rite now” ucap Minah dengan nada yang penuh gairah. Mata sayu yang dikeluarkannya membuat Myungsoo tidak dapat berpikir untuk kedua kalinya. Sambil menggendong Minah, Myungsoo berjalan menuju kamar mandi pria, lalu mendudukkan Minah dicloset tersebut.
Minah mengangkangkan kakinya, menampakkan gundukan pussynya yang telah basah gegara Molester tadi. Tampak bulu halus keluar dari sisi kanan dan kiri Cdnya. Myungsoo hanya bisa diam, bingung harus mengatakan apa. “sampai kapan kamu mau melihat pussyku, Myungsoo sshi!” ucap Minah, membuyarkan lamunan Myungsoo yang menatap pussynya penuh arti.
Myungsoo lalu duduk didepan closet, mukanya langsung menghadap digundukan pussy Minah yang telah basah. Dia mengendus endus wangi pussy Minah, menikmati aroma yang timbul dari orgasme sebelumnya. “can i lick it?” ucap Myungsoo lirih.
“Yes you aahh~.... Myungsoo yaa~” tiba tiba Myungsoo menarik kuat Cdnya, lalu melepaskannya, terasa kait CD yang cukup ketat itu menampar kulit sensitif minah, jilatan jilatan lembut mulai dilancarkan oleh Myungsoo, perlahan menurunkan CD minah.
Aagghhh Myungssoo uugghhh~ .... hanya itu yang bisa diucapkan Minah, ketika Myungsoo melahap habis pussynya. Tidak ada sisa tempat yang terlepas dari jilatan myungsoo, her pussy slit is so damn wet now, clitnya telah bengkak dan mencuat, menandakan dia berada dalam ectasy state.
M-myungssoo uughh~ wanna cumm aahhhh~ ... teriakan minah menyeruak, menggema di kamar mandi itu. Cairan bening muncrat keluar dari lubang pussynya, menyemprotkan ke sekujur wajah Myungsoo. Myungsoo tetap menjilatin setiap tetes dari cum Minah. Terasa asin, tapi sangat menggairahkan!
Sreeeggkk~ suara zipper dari celana Myungsoo. Keluarlah penis berukuran sedang milik Myungsoo dari celah zipper tersebut. Minah menatap penis Myungsoo itu, telunjuk kanannya berada di sisi bibirnya, sambil mengulum ujung dari telunjuk itu. Tatapan sayu, tapi begitu mengundang, gumam Myungsoo. Tangan kiri Minah memegang pangkal penis myungsoo, dan mengarahkan ke lubang pussynya yang telah basah oleh cairannya sendiri.
“apa yang kamu mau, minah ssi?” remeh Myungsoo. Tanpa malu, Minah memegang kedua pundak Myungsoo, lalu menghentakkan pinggulnya maju, kepala penis Myungsoo telah menyeruak didalem pussynya. “fuck me, Myungsoo~ya!” ketus Minah. Perlahan, Myungsoo membisikkan ke telinganya “i’ll fuck you... good”
Aahhhhh~ teriak minah saat itu, ketika penis Myungsoo telah masuk seluruhnya kedalam pussynya. Tetes demi tetes darah keperawanannya mengalir dari sela pussynya. Myungsoo memejamkan mata sejenak, menikmati rasa hangat menyelimuti penisnya. “what a bitch you are, Minah ssi” plas! muka Minah menjadi merah, menahan rasa malunya. Tanpa aba aba sebelumnya, Myungsoo menggerakkan pinggulnya maju mundur.
Aaagghhh~ jerit Minah ketika pussynya yang belum terbiasa telah dipermainkan penis Myungsoo, gerakan penis Myungsoo yang maju mundur itu menyebabkan sensasi nikmat didalam pussynya, serasa digaruk garuk dinding dindingnya yang gatal akibat rasa horny sebelumnya.
“M-Myungsoo aahhh~ why are ya soo good at thiss uugghh” desah Minah  ga karuan, hentakan demi hentakan pinggul Myungsoo serasa sangat dalam didalamnya, Minah hanya bisa memejamkan mata, dan menggerakkan pinggulnya sesekali mengikuti irama Myungsoo mengentotnya.
“Aagghhh~ uugghh M-Minah, you’re being too loud, shut up!” kata Myungsoo sambil mencium bibirnya, dilumatnya bibir manis itu, sehingga hanya mengeluarkan gumaman gumaman panas. #plokplokplok suara pinggul  Minah dan Myungsoo yang saling bertemu menyeruak diseluruh isi kamar mandi itu.
Layaknya piston, Myungsoo menggenjot pussy Minah dengan cepat, sodokan demi sodokan itu dilancarkan ke G-Spot Minah, sampai Minah kelonjotan sesekali, kewalahan menerima perlakuan penis Myungsoo. Tiba tiba, dirasakan sesuatu yang berkedut didalam pussynya, penis Myungsoo siap untuk meledakkan amunisi didalamnya.
Minah melepaskan ciuman seraya berkata “M-Myungsoo, dont cum inside me”. Kepalang tanggung, Myungsoo menahan kedua paha Minah kuat kuat, sehingga tidak bisa bergerak. “i will cum inside you hhngghh aahh~ m-minah ssii uugghh i cumming!!!” #sspprrtllttcrootcroot pejuh Myungsoo mengalir didalam pussy Minah, terasa pussynya penuh cum, sehingga beberapa tetes pejuh Myungsoo keluar dari sela sela pussynya.
“Minah ssi, from now on, you’re my slave” ucap Myungsoo sambil mencium lembut bibir Minah. 


-Section 1 END-

4 komentar:

  1. hi there gue mau comment agak panjang gapapa yak /iya gapapa/

    gue baca dari atas diskripsinya bagus, cuman tolong perhatiin EYD. ps: reader satu ini sensitif banget sama EYD maap -_-v terus ada typo but not bad
    pemilihan cast yah cocok2 aja sih, ga ada yang bikin protes apa gimana.
    terus idenya gue lumayan suka sih cewenya stalker gitu entah kenapa suka aja ><
    bagian nc nya lumayan, engga ding bikin hrny. tapi entah kenapa gue malah ngakak pas nemuin kata frontal orz. contohnya ini >> "her memek slit is so damn wet now" maafkan diriku yang gaje ini
    terus endingnya bikin penasaran buat baca cerita selanjutnya T-T publish it ASAP gamau tau /maksa/

    udah dulu ah comment nya kkk overall bagus kok buat ukuran ff kilat /? ditulis cuma bentar. keep writing ^^

    -goldilocks

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk iye iye gue sadar =,= gobloknya xD wkwkwk tadi make find and replace soalnya xD

      Hapus
  2. okay time to review~ :3 aw the ending XD awh slave <333 awh master <333 *my sub feeling OTL keuraii*

    hahaha

    okay... jadi ada beberapa yang perlu diliat lagi ya... ga ngerti ini karena memang mau dibuat begini atau gimana. buat sebuah FF itu sebenarnya kita sebagai author seharusnya membuat sebuah cerita yang membawa readers ke dalam dunia dalam cerita kita. Don't care di luar seperti apa kita, frontal dan bla bla bla tapi cerita itu dibuat indah. jadi as for me sebenernya bahasa yang dipakai di sini ada beberapa yang kurang pas. bahasanya udah halus, penyampaian ceritanya cukup bagus tapi ada diksi yang kurang pas buat dipadukan sama rangkaian kalimat lainnya. (re: diksi yang frontal) ceritanya juga masih cepet banget, jangan terburu buru buat bikin suatu cerita...karena semakin kita menceritakan secara indah dan detil, feelnya lebih dapet. feel di bagian eksplisitnya juga lebih dapet. so after all bagus kok :3 menarik apalagi endingnya itu /\*~*) huaaaaa waiting for the BDSM scene aaaaaaiyaaa >O<

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah makanya itu '3' aku gabisa membelit belitkan sesuatu /? wkwkwkwk aku jadi bingung sih sebenarnya hiwhiwhiw, lumayan lah, thanks penilaiannya~ ^^

      Hapus